Power Ranking Ballon d’Or Wanita 2026: Kandidat Juara Baru

Melchie Dumornay memimpin power ranking Ballon d’Or Wanita 2026 versi buletin Moving the Goalposts yang dikelola The Guardian. Gelandang Haiti berusia 23 tahun itu dinilai lebih unggul ketimbang sejumlah bintang mapan berkat pengaruhnya di lini tengah OL Lyonnes sepanjang musim lalu. Daftar ini memuat 30 pemain yang dianggap punya peluang terbesar meraih trofi individu paling bergengsi di sepak bola putri tersebut.

Artikel aslinya membingkai peringkat ini dengan satu pertanyaan besar: akankah muncul nama baru yang dinobatkan sebagai pemenang? Sejumlah pemain yang sudah lama bersaing di level tertinggi masih masuk dalam hitungan, termasuk Alexia Putellas, peraih dua Ballon d’Or, yang kini membela London City Lionesses. Selain persaingan individu, daftar ini juga memperlihatkan peta kekuatan klub, dengan Barcelona dan Manchester City mendominasi lantaran musim domestik serta perjalanan mereka di Eropa berjalan nyaris sempurna.

Soccer Football – Ballon d’Or – Theatre du Chatelet, Paris, France – September 22, 2025 FC Barcelona’s Aitana Bonmati makes a speech after winning the women’s Ballon d’Or award REUTERS/Benoit Tessier

Peringkat 1-3: Dumornay, Pajor, dan Shaw

Kekalahan 4-0 dari Barcelona di final Liga Champions musim lalu tidak lantas mengecilkan peran Dumornay. Ia justru menjadi motor OL Lyonnes saat klub itu melaju meraih treble domestik, dan penampilan teknisnya yang ciamik membuat serikat pemain Prancis menobatkannya sebagai pemain terbaik. Pentingnya sosok Dumornay paling gamblang terlihat ketika ia absen karena cedera pada kekalahan 2-1 dari Arsenal di leg pertama semifinal Liga Champions; ia kembali di leg kedua dan tampil sebagai pemain terbaik dalam kemenangan 3-1. Sepanjang perjalanan Lyonnes di Liga Champions, ia mencetak lima gol dan masuk dalam tim terbaik turnamen.

Di posisi kedua ada Ewa Pajor, penyerang Polandia berusia 29 tahun yang akhirnya melepas label “selalu pendamping, tak pernah pengantin” setelah lima kali gagal di final Liga Champions. Ia mencetak dua gol saat Barcelona menghajar Lyonnes di Oslo, sekaligus mengunci gelar juara bagi timnya. Sebelas golnya di kompetisi Eropa musim lalu menyamai catatan Alexia Putellas pada 2021-22, dan belum ada pemain yang melampaui jumlah itu sejak rekor 15 gol Ada Hegerberg pada 2017-18. Di Liga F, Pajor membukukan 16 gol, hanya kalah dari rekan setimnya, Claudia Pina, yang mencetak 21 gol.

Khadija Shaw menjadi satu-satunya pemain yang meraih tiga Sepatu Emas Women’s Super League (WSL), dan semuanya diraih secara beruntun. Penyerang Manchester City berusia 29 tahun itu kembali ke performa terbaiknya dengan 21 gol dalam 22 pertandingan, mengantar klubnya meraih gelar liga sekaligus Piala FA dan, yang melegakan manajemen, meneken kontrak baru. Bukan hanya soal angka, kemampuan menahan bola, kerja bertahan, dan visi bermainnya turut dinilai mengesankan sehingga ia meraih penghargaan pemain terbaik dari PFA dan FWA. Ia juga mencetak sembilan gol dan masuk Best XI pada kualifikasi Concacaf Women’s Championship, membantu Jamaika lolos ke turnamen utama.

Peringkat 4-10: Putellas, Hasegawa, hingga Banda

Alexia Putellas tampil memukau pada musim terakhirnya bersama Barcelona sebelum hijrah ke London City Lionesses pada Juli. Setelah mengalami cedera ligamen anterior pada 2022 yang membuatnya absen dari Euro musim panas itu, peraih dua Ballon d’Or tersebut memang butuh waktu untuk kembali ke performa terbaik. Ia mencetak tujuh gol di Liga Champions serta sembilan gol dan tujuh assist di Liga F ketika Barcelona meraih quadruple, lalu menyumbang gol kedua dan ketiga dalam kemenangan 4-0 atas Inggris yang mengamankan tiket Piala Dunia bagi Spanyol. Sementara itu, Yui Hasegawa masuk daftar panjang untuk ketiga kalinya setelah tahun lalu absen, dan gelandang Jepang berusia 29 tahun itu berperan krusial dalam double Manchester City sebagai pengatur irama lini tengah asuhan Andrée Jeglertz, masuk tim terbaik PFA, serta membantu Jepang menjuarai AFC Women’s Asian Cup untuk kali ketiga, delapan tahun setelah gelar terakhir, sekaligus lolos ke Piala Dunia.

Alessia Russo menaikkan levelnya untuk klub maupun negara di tengah musim yang mengecewakan bagi Arsenal, yang hanya meraih trofi Fifa Champions Cup. Pemain berusia 27 tahun itu bergantian mengisi peran nomor 9 dan nomor 10, dan permainan menyeluruhnya paling mencuri perhatian hingga ia masuk tim terbaik PFA. Golnya ke gawang Islandia pada kualifikasi Piala Dunia April lalu mengantarkannya ke jajaran 10 pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Inggris. Di sisi lain, Temwa Chawinga menjadi topskor sekaligus pemain paling bernilai di National Women’s Soccer League (NWSL) untuk musim kedua beruntun dengan 15 gol, membawa Kansas City Current finis teratas di musim reguler dan merebut NWSL Shield. Penyerang Malawi berusia 28 tahun itu juga mencetak lima gol untuk membawa negaranya, yang belum pernah lolos sebelumnya, ke final Women’s Africa Cup of Nations sebagai pencetak gol terbanyak bersama, sekaligus mengantar Malawi ke Piala Dunia pertamanya.

Claudia Pina menjalani musim Liga Champions yang sepi dengan hanya dua gol, dan keduanya bukan di fase gugur. Meski begitu, ia meledak di Liga F lewat 21 gol dan lima assist. Penyerang berusia 25 tahun itu juga mencetak dua gol pada kualifikasi Piala Dunia, termasuk gol keempat ke gawang Inggris yang memastikan tempat Spanyol di Brasil. Adapun Patri Guijarro adalah sosok yang membuat semuanya berjalan mulus bagi Barcelona, menyediakan platform di lini tengah yang memungkinkan Aitana Bonmatí dan, musim lalu, Putellas bersinar. Gelandang 28 tahun ini krusial bagi keberhasilan quadruple, termasuk perannya menahan gempuran Lyonnes di final Liga Champions, dan setelah kepergian Putellas ia dipercaya memakai ban kapten klub. Perannya di tim nasional Spanyol pun tak kalah penting.

Di urutan ke-10 ada Barbra Banda yang mencetak delapan gol ketika Orlando Pride finis keempat di NWSL sebelum tersingkir di babak semifinal playoff. Zambia gagal menembus fase gugur Women’s Africa Cup of Nations karena finis ketiga di Grup C dan kalah dalam perhitungan gol pada pertemuan head-to-head, tetapi Banda tetap tampil apik dengan lima gol dan menjadi topskor bersama, sejajar dengan Chawinga serta Marie Ngah Manga dari Kamerun. Pemain 26 tahun itu juga terpilih masuk Fifpro Women’s World XI.

Peringkat 11-15: Kontribusi dari Sisi Sayap dan Lini Belakang

Kerstin Casparij menyumbang assist terbanyak bersama pemain lain di WSL musim lalu, yakni tujuh, saat Manchester City meraih gelar WSL kedua dan yang pertama dalam 10 tahun. Bek sayap Belanda berusia 26 tahun itu bahkan memimpin tim ketika Alex Greenwood absen karena cedera, dan sejak itu ia tumbuh menjadi pemimpin sejati di skuad. Sementara Mariona Caldentey harus bermain di luar posisi terbaiknya, sedikit lebih dalam di lini tengah, yang mengurangi kemampuannya menciptakan peluang di area depan. Kendati demikian, pemain Spanyol berusia 30 tahun itu tetap konsisten tampil untuk Arsenal dan rutin mencuri perhatian bersama tim nasional Spanyol.

Caroline Graham Hansen mencetak 10 gol dan menjadi penyumbang assist terbanyak bersama pemain lain di Liga F dengan jumlah yang sama, 10, ketika Barcelona meraih quadruple. Winger Norwegia berusia 31 tahun itu juga mencetak empat gol di Liga Champions. Selma Bacha masuk tim terbaik Liga Champions berkat penampilannya sebagai bek kiri menyerang, dan pemain 25 tahun ini juga terpilih dalam tim terbaik Premiere Ligue saat Lyonnes meraih treble domestik. Adapun Pernille Harder mencetak 16 gol, jumlah terbanyak kedua bersama pemain lain, di Frauen Bundesliga serta delapan gol di kompetisi Eropa, dan penyerang Denmark berusia 33 tahun itu masuk tim terbaik Liga Champions.

Peringkat 16-20: Nama-nama yang Melengkapi Daftar

Nilai Vivianne Miedema bagi Manchester City paling terasa saat ia absen dalam lima pertandingan di akhir musim lalu karena operasi lutut. City memang merebut gelar WSL pertama dalam 10 tahun, tetapi permainan mereka jauh kurang rapi tanpa penyerang Belanda berusia 30 tahun yang menyumbang 10 gol liga tersebut. Di posisi ke-17 ada Mapi León yang masuk tim terbaik Liga Champions sebagai pilar pertahanan Barcelona; selain tugas defensifnya, bek tengah 31 tahun itu menyumbang tujuh assist di liga dan bergabung dengan London City Lionesses pada Juli.

Rose Lavelle menjadi pahlawan perjalanan playoff Gotham FC dengan mencetak gol kemenangan pada menit ke-80 di final Championship, setelah timnya lolos playoff dengan finis di peringkat kedelapan musim reguler. Gelandang Amerika Serikat berusia 31 tahun itu masuk tim terbaik bulanan NWSL pada September serta Oktober/November ketika Gotham memulai pertahanan gelarnya dengan impresif. Sementara itu, Lorena mencatat 14 clean sheet di NWSL dan membantu Kansas City Current meraih NWSL Shield, meski klubnya tersingkir mengejutkan di perempat final oleh Gotham. Kiper Brasil berusia 29 tahun itu tetap dinobatkan sebagai kiper terbaik dan masuk NWSL Best XI.

Manaka Matsukubo melengkapi 20 besar setelah mencetak 11 gol untuk North Carolina Courage, terbanyak ketiga di NWSL musim lalu. Gelandang Jepang berusia 22 tahun itu dinobatkan sebagai gelandang terbaik NWSL dan masuk NWSL Best XI, serta membantu Jepang meraih gelar AFC Women’s Asian Cup dengan mencetak gol internasional pertamanya di turnamen tersebut. Pada Juli, ia mengamankan kepindahan ke Chelsea.

Peringkat 21-30: Nama-nama di Luar 20 Besar

Sepuluh nama terakhir di daftar ini tetap punya rekam jejak kuat, meski posisinya berada di luar dua puluh besar. Mereka adalah Klara Bühl (Bayern Munich/Jerman), Cata Coll (Barcelona/Spanyol), Alex Greenwood (Manchester City/Inggris), Wendie Renard (OL Lyonnes/Prancis), dan Esmee Brugts (Barcelona/Belanda) di urutan 21 sampai 25.

Selanjutnya, urutan 26 hingga 30 diisi Momoko Tanikawa (Bayern Munich/Jepang), Caroline Weir (OL Lyonnes/Skotlandia), Melvine Malard (Chelsea/Prancis), Scarlett Camberos (Club América/Meksiko), dan Tessa Wullaert (Como 1907/Belgia). Daftar lengkap ini merupakan kutipan dari Moving the Goalposts, buletin surel gratis seputar sepak bola putri yang dikirim ke kotak masuk setiap Selasa dan Kamis. Pertanyaan atau komentar seputar buletin tersebut bisa dikirim ke moving.goalposts@theguardian.com.

Apa Artinya bagi Bursa Ballon d’Or Wanita 2026?

Komposisi daftar ini menunjukkan bahwa penilaian tidak lagi semata bertumpu pada jumlah gol. Sejumlah bek dan kiper seperti Mapi León, Selma Bacha, Kerstin Casparij, dan Lorena masuk peringkat atas karena kontribusi mereka terhadap keberhasilan tim, bukan karena statistik mencetak gol. Pola ini memberi gambaran bahwa pemain bertahan bisa ikut bersaing selama mampu menjadi bagian penting dari trofi yang diraih klubnya.

Dominasi klub juga terlihat jelas. Barcelona menempatkan banyak pemain dalam daftar, mulai dari Pajor, Pina, Patri Guijarro, Graham Hansen, hingga Cata Coll dan Esmee Brugts, buah dari musim dengan empat trofi serta kemenangan di final Liga Champions. Manchester City menyusul dengan kontributor dari tim yang meraih gelar WSL pertama dalam satu dekade, termasuk Shaw, Hasegawa, Casparij, Miedema, dan Greenwood. Dengan kata lain, performa kolektif di level klub menjadi pintu masuk utama ke bursa penghargaan individu.

Perpindahan pemain pada jendela transfer musim panas turut mengubah lanskap. Putellas dan Mapi León memilih London City Lionesses, Matsukubo dan Malard bergabung dengan Chelsea, sementara Wullaert pindah ke Como 1907. Bagi para pemain yang baru berganti klub, konsistensi di lingkungan baru akan menjadi ujian tambahan dalam perburuan trofi individu tersebut.

Konteks Lebih Luas dan Langkah Berikutnya

Daftar ini juga mencerminkan bagaimana sepak bola putri makin merata. NWSL menyumbang kontributor lewat Chawinga, Banda, Lavelle, Lorena, dan Matsukubo, sementara kompetisi Eropa tetap menjadi panggung utama lewat Liga Champions dan liga domestik masing-masing. Keberadaan pemain dari Jamaika, Malawi, Zambia, Haiti, dan Jepang di jajaran atas menunjukkan bahwa bakat tidak lagi terkonsentrasi pada segelintir negara besar.

Kompetisi antarnegara turut menjadi penentu, terutama kualifikasi Piala Dunia dan turnamen kontinental. Putellas dan Pina bersinar saat Spanyol mengamankan tempat, Shaw mencetak sembilan gol dalam kualifikasi Concacaf, sedangkan Chawinga dan Banda berbagi status topskor di Women’s Africa Cup of Nations. Penampilan bersama tim nasional semacam ini biasanya menjadi pertimbangan tambahan bagi para pemilih dalam menilai seorang pemain.

Perlu dicatat, daftar ini merupakan proyeksi editorial buletin tersebut, bukan pengumuman resmi daftar panjang maupun hasil akhir. Sumber aslinya juga tidak menyebutkan tanggal upacara atau komposisi pemilih, sehingga posisi setiap pemain masih bisa bergeser seiring berjalannya musim. Yang jelas, pertanyaan soal munculnya juara baru masih terbuka lebar.

Peringkat yang disusun Moving the Goalposts menempatkan Dumornay di puncak, diikuti Pajor dan Shaw, dengan Putellas serta sejumlah bintang Barcelona dan Manchester City menguntit di belakang. Kendati begitu, kekuatan daftar ini terletak pada keberagamannya: ada penyerang produktif, gelandang pengatur tempo, bek agresif, hingga kiper yang menjaga gawangnya tetap bersih sepanjang musim. Siapa pun yang akhirnya dinobatkan nanti, ia harus melewati persaingan yang jauh lebih ketat daripada sekadar adu jumlah gol.