Dana persiapan Piala Dunia Wanita 2027 akan disamakan dengan turnamen pria 2026. FIFA memutuskan bahwa 32 tim yang tampil di Brasil nanti menerima dukungan persiapan yang sama seperti peserta Piala Dunia Pria 2026. Keputusan ini menjadi sinyal penting bahwa standar fasilitas dan dukungan bagi pesepak bola wanita terus dinaikkan.
Kebijakan tersebut bukan hanya soal nominal, tetapi juga tentang cara FIFA memperlakukan pemain wanita di turnamen besar. Selama bertahun-tahun, isu penerbangan, akomodasi, dan dukungan persiapan menjadi sorotan karena dianggap belum setara dengan turnamen pria. Dalam konteks itu, keputusan untuk menyamakan dana persiapan dan fasilitas perjalanan menjadi langkah yang banyak ditunggu.
Rincian Kenaikan Dana Persiapan Piala Dunia Wanita
Setiap tim peserta Piala Dunia Wanita 2027 di Brasil akan menerima US$2,5 juta (sekitar £1,86 juta) untuk persiapan. Angka ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan dukungan pada edisi sebelumnya. FIFA menyebut total dana persiapan untuk 32 tim kini mencapai US$80 juta.
Sebagai perbandingan, pada 2023 total dana persiapan turnamen adalah US$31 juta. Kenaikan menjadi US$80 juta menunjukkan lonjakan yang sangat besar dalam waktu relatif singkat. Perubahan ini juga menempatkan peserta Piala Dunia Wanita 2027 sejajar dengan tim yang bermain di Piala Dunia Pria 2026 dalam hal dukungan persiapan.
Fasilitas Perjalanan dan Akomodasi Pemain
Selain dana, FIFA menjamin setiap pemain mendapat penerbangan kelas bisnis atau penerbangan carter. Mereka juga akan memperoleh kamar hotel sendiri, bukan lagi berbagi dengan pemain lain. Menurut FIFA, ketentuan ini menyelaraskan fasilitas bagi pesepak bola wanita dengan Piala Dunia Pria.
Kebijakan itu kemungkinan disambut baik karena topik serupa sempat menuai kontroversi pada turnamen-turnamen sebelumnya. Isu penerbangan dan akomodasi menjadi perhatian karena menyangkut kenyamanan, pemulihan, dan profesionalisme pemain. Dengan standar yang lebih setara, pemain wanita mendapat kondisi kerja yang lebih layak selama turnamen.
Survei FIFPRO pada 2023 setelah Piala Dunia Wanita yang digelar bersama oleh Australia dan Selandia Baru menemukan 80% penerbangan pulang pemain menggunakan kelas bisnis. Sebanyak 94% pemain menggunakan kelas bisnis pada penerbangan keberangkatan. Temuan itu menunjukkan bahwa sebagian besar pemain sudah menikmati fasilitas tersebut, tetapi jaminan resmi dari FIFA tetap menjadi pembeda penting.
Dampak bagi Pemain dan Kompetisi
Penyetaraan dana persiapan dan fasilitas perjalanan berdampak langsung pada kualitas persiapan tim. Penerbangan yang nyaman dan kamar hotel sendiri dapat membantu pemain menjaga kondisi fisik serta mengurangi beban perjalanan. Dalam turnamen sepanjang Piala Dunia, detail seperti ini bisa memengaruhi performa dan pemulihan antarpertandingan.
Bagi FIFA, langkah ini memperkuat pesan bahwa sepak bola wanita bukan sekadar pelengkap agenda turnamen pria. Standar yang lebih tinggi juga memberi tekanan positif bagi federasi nasional untuk memperlakukan tim wanita dengan lebih profesional. Dukungan yang setara di level turnamen dapat menjadi contoh bagi liga dan kompetisi domestik.
Meski begitu, total dana hadiah untuk Piala Dunia Wanita 2027 belum ditentukan. Artinya, gambaran lengkap tentang kesetaraan finansial belum final meskipun dana persiapan dan fasilitas perjalanan sudah disamakan. Keputusan soal hadiah akan menjadi indikator berikutnya yang dinantikan banyak pihak.
Amerika Serikat Tuan Rumah Piala Dunia Klub Wanita 2028
FIFA juga menunjuk Amerika Serikat sebagai tuan rumah Piala Dunia Klub Wanita perdana pada Januari 2028. The Guardian melaporkan bahwa AS telah dipersiapkan untuk menjadi tuan rumah acara tersebut. Los Angeles dan San Diego termasuk di antara kota tuan rumah yang difavoritkan.
Kompetisi ini akan diikuti 19 tim, dengan tujuh di antaranya sudah memastikan tempat. Ketujuh klub itu adalah Arsenal, Club América Femenil, Barcelona, Gotham FC, Naegohyang dari Korea Utara, Corinthians, dan Wuhan Jiangda. Enam tim Eropa akan tampil, sementara AFC, CAF, Concacaf, dan Conmebol masing-masing diwakili tiga klub, ditambah satu tim dari Oceania.
Sarai Bareman, chief women’s football officer FIFA, mengatakan pihaknya melakukan penilaian rinci untuk memilih tuan rumah edisi perdana. Ia menyebut keunggulan AS dalam menyelenggarakan turnamen FIFA papan atas, minat besar terhadap sepak bola wanita, dan infrastruktur olahraga elitnya menjadi alasan utama. Menurutnya, ekosistem sepak bola wanita di AS yang dinamis akan mendukung misi menetapkan standar bagi sepak bola klub wanita global.
“Kami melakukan penilaian rinci untuk mengidentifikasi tuan rumah paling sesuai bagi edisi perdana Piala Dunia Klub Wanita,” kata Bareman. “Pada akhirnya, keunggulan AS dalam menyelenggarakan turnamen-turnamen FIFA papan atas belakangan ini, ditambah minat besar terhadap sepak bola wanita di sana serta infrastruktur olahraga elitnya, menjadikan negara itu pilihan yang paling menonjol.” Ia menambahkan bahwa bersama ekosistem sepak bola wanita AS yang dinamis, klub-klub yang lolos, pemerintah, kota tuan rumah, serta mitra komersial dan media, misi FIFA adalah menetapkan standar impresif bagi sepak bola klub wanita global dan tolok ukur untuk masa depan.
Konteks Lebih Luas di Balik Penyetaraan
Keputusan FIFA datang di tengah meningkatnya tuntutan agar sepak bola wanita mendapat perlakuan setara. Isu dana persiapan, penerbangan, dan akomodasi sering menjadi simbol apakah pemain wanita dihargai secara profesional. Ketika standar turnamen besar dinaikkan, ekspektasi terhadap kompetisi lain juga ikut naik.
Piala Dunia Klub Wanita 2028 menambah lapisan baru dalam perkembangan ekosistem sepak bola wanita. Turnamen ini memberi klub-klub terbaik dunia panggung internasional yang lebih terstruktur. Kehadiran klub dari berbagai konfederasi menunjukkan bahwa FIFA ingin memperluas jangkauan kompetisi wanita, bukan hanya di Eropa atau Amerika.
Bagi pembaca dan penggemar, perubahan ini menjadi tanda bahwa kualitas dan kesejahteraan pemain wanita semakin diperhitungkan. Dampaknya tidak selalu langsung terlihat di lapangan, tetapi terasa dalam cara turnamen dirancang dan pemain diperlakukan. Jika komitmen ini berlanjut, standar baru tersebut dapat menjadi norma, bukan pengecualian.
Secara keseluruhan, FIFA menaikkan dana persiapan Piala Dunia Wanita 2027 menjadi US$80 juta untuk 32 tim, dengan tiap tim menerima US$2,5 juta. Jaminan penerbangan kelas bisnis atau carter serta kamar hotel sendiri melengkapi penyetaraan fasilitas dengan turnamen pria. Keputusan ini menjawab sebagian kritik tentang perlakuan terhadap pemain wanita, meski total dana hadiah belum diputuskan.
Langkah tersebut juga berjalan beriringan dengan penunjukan Amerika Serikat sebagai tuan rumah Piala Dunia Klub Wanita perdana pada Januari 2028. Dengan 19 tim dan tujuh klub yang sudah lolos, turnamen itu akan menjadi ujian berikutnya bagi ambisi FIFA membangun standar global sepak bola klub wanita. Bagi para pemain, yang paling penting bukan hanya pengumuman di atas kertas, tetapi bagaimana standar itu diterapkan di lapangan dan di luar lapangan.
